Gema Penggetar Jiwa
Selasa, 20 Oktober 2015
Malam kini menjelang. Hadirnya
mengorbankan senja yang harus turun tahta, untuk mempersilahkan sang malam
mengambil kedudukan. Bulan mulai nampak, seiring dengan simfoni alam yang mulai
senyap. Burung-burung berbondong-bondong menuju tempatnya, meninggalkan
bayangan tak berjejak. Angin yang sebelumnya terasa hangat, kini perlahan
dingin, menelisik sejengkal demi sejengkal permukaan kulit. Merasuk semakin
dalam ke setiap pori. Langit perlahan kelam, diiringi dengan bintang yang satu
per satu hadir menghiasinya.
Sabtu, 17 Oktober 2015
Sehat dengan Sunnah
Sehat dengan Sunnah
Assaamu'alaikum,
sahabat, jika ada manusia
sempurna maka manusia yang paling sempurna adalah Rasulullah saw. Kesempurnaan
pribadi Rasulullah bukan hanya dalam penampilan luar saja, tetapi juga beliau
sempurna dalam fisik, spiritual dan ahlaknya. Karena itulah, Allah SWT.
menjadikannya sebagai teladan bagi kehidupan manusia, di dalam firmannya;“sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu
(yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan kedatangan hari kiamat dan
dia banyak menyebut Allah” (Q.S
al-ahzab : 21).
Muslim yang kuat yang
hanya dapat diperoleh dengan kondisi fisik yang kuat pula. Kesehatan adalah
dasar yang sangat penting untuk terwujudnya kekuatan seorang mukmin. Rasulullah
telah meneladankan pola hidup sehat. Nah, pertanyaannya, bagaimana pola hidup
sehat yang diteladankan oleh Rasulullah? sebaiknya sahabat baca dulu buletin
ini sampe tuntas.
Bagaimana makan sehat ala Rasulullah SAW ??
‘Tiada bejana yang
diisi oleh manusia yang lebih buruk dari perutnya, cukuplah baginya memakan
beberapa suapan sekedar menegakkan tulang punggungnya (memberikan tenaga) maka
jika ia tidak mau, maka ia dapat memenuhi perutnya dengan sepertiga makanan,
sepertiga minuman dan sepertiga lagi untuk bernapasnya” (HR. Ahmad dan Ibnu Maja)
Makan terlalu banyak
dapat memberatkan kerja sistem pencernaan, dapat membuat pH tubuh menjadi asam,
bila tubuh tidak bisa mengatasi hal tersebut, maka akan terjadi penumpukan
karbondioksida yang mengakibatkan sel-sel tubuh akan rusak. Ketika lambung
dipenuhi oleh makanan, maka terjadi peningkatan aliran darah ke lambung untuk membawa oksigen, menyebabkan oksigen di
bagian tubuh lain berkurang.
Dari abu Qatadah , bahwa
Nabi saw melarang menghembuskan nafas di dalam bejana (ketika minum)” (HR. Bukhari dan Muslim). Sahabat, orang yang
bernafas mengeluarkan CO2, dan jika zat ini bersenyawa dengan air (H2O),
maka akan terbentuk H2CO3 yang merupakan senyawa
berbahaya bagi tubuh. Hal ini juga akan terjadi pada saat kita meniup makanan
panas.
Berkaitan dengan adab
makan, Rasulullah juga menganjurkan kita untuk makan dan minum dengan duduk.
Air yang masuk akan disaring oleh sfringer, yakni suatu struktur berotot yang
bisa membuka sehingga air seni bisa lewat dan menutup. Sehingga air yang kita
minum akan disalurkan ke ‘pos-pos’ penyaringan yang berada di ginjal. Nah, jika
kita minum berdiri, air yang kita minum tidak disaring lagi. Langsung menuju
kandung kemih yang menyebabkan terjadinya pengendapan di saluran ureter karena
banyak limbah yang tersisa, tidak terangkut bersama air. Iniah yang bisa
menyebabkan penyakit kristal ginjal. Dr. Abdurrazzaq Al-Kailani berkata: “minum
sambil berdiri akan menyebabkan jatuhnya cairan dengan keras ke dalam
organ-organ pencernaan yang jika dilakukan secara berulang-ulang akan
menyebabkan melar dan jatuhnya usus. Penyakit ini disebut usus turun”
Makanan dan minuman
yang terbuka sangat muda terkena debu ataupun dimasuki binatang pembawa kuman
seperti lalat, cicak dan sebagainya. Berkaitan dengan ini, Rasulullah
mengajarkan, “jika ada seekor lalat yang terjatuh pada minuman kalian maka tenggelamkan, kemudian angkatlah (lalat itu dari minuman
tersebut), karena pada satu sayapnya ada penyakit dan pada sayap lainnya
terdapat obat” (HR Bukhari).
Bagaimana penjelasan
hadist ini menurut sudut pandang ilmiah ??
Lalat hidup di sampah dan limbah organik yang mengandung
sejumlah besar bakteri, virus dan berbagai mikroba lainnya serta kuman. Allah
yang maha kuasa, memberikan lalat kemampuan untuk membawa kuman pada salah satu
sayapnya dan obat penawar pada sayap yang lain. Jika tidak, tentu spesies lalat
sudah pasti binasa karena terkena kuman yang dibawanya bukan? Tapi kenyataannya
masih banyak spesies lalat yang bertahan hingga saat ini. Beberapa orang
mungkin tidak senang dengan ide membenamkan lalat dalam minumannya. Namun, ini
bisa diterapkan dalam kasus-kasus darurat, ketika hanya memliki sedikit air.
Bagaimana Pola Tidur yang Baik ??
Tidur merupakan perkara
yang sering dillakukan oleh manusia. Dari tidur, kita bisa merehatkan sejenak
pemikiran dari sekelumit aktivitas yang dilakukan. Namun terkadang kita sering mengabaikan
posisi tidur yang dicontohkan Rasulullah. Lantas bagaimana posisi tidur sahabat
sekalian ? apakah sudah benar ??
“Berbaringlah di atas rusuk sebelah kananmu” (HR. Bukhari dan Muslim)
Inilah posisi tidur
yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Pada saat seseorang tidur dalam posisi ini,
jantung hanya terbebani oleh paru-paru kiri yang berukuran lebih kecil dari
paru-paru kanan. Juga menempatkan hati pada posisi yang stabil. Selain itu, ini
juga akan memudahkan proses pencernaan. Lambung yang terletak di bagian kiri
rongga perut, akan lebih mudah memasukkan isinya ke dalam usus halus di
bawahnya saat tubuh berada posisi ini. Menurut penelitian, makanan akan mampu
dicerna oleh usus dalam 2,5 sampai 4,5 jam. Sedangkan pada posisii tidur yang
lain makanan baru akan selesai dicerna setelah 5 sampai 8 jam.
Kapan saat tepat kita
tidur ? Jika mengacu pada sistem kerja organ vital tubuh, maka tidur yang baik
adalah pada awal malam, sekitar jam 8 malam. Sebab empedu aktif bekerja antara
jam 11 malam hingga jam 1 dini hari,. Sementara hati mulai aktif bekerja mulai
jam 1 malam. Apabila pada jam-jam tersebut kita masih belum tidur, apalagi
masih asyik makan-makan, maka sebenarnya kita telah merusak alur tubuh kita
sendiri. Jadi, upayakan
untuk tidak tidur larut malam. Hal ini berkorelasi positif dengan hadis “Bahwasanya Rasulullah SAW. Membenci tidur
malam sebelum sholat Isya dan berbincang-bincang setelahnya (begadang) (HR
Bukhari dan Muslim).
pola hidup
yang sehat tentunya tidak hanya dengan membiasakan diri melakukan makan dan
tidur yang teratur, tetapi juga dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan
sekitar agar tidak dihinggapi oleh vektor-vektor penyakit serta rutin
berolahraga.
Sabtu, 26 September 2015
PUISI Cinta untuk Mu
Oleh Nurfadillah Salam
Resah tanpa arah
Menanti cahaya Mu
Menerangi jalanku yang sedang redup
Menjadi pelita
di tengah gersangnya jiwa
Uraian kalimat Mu
Basuh hati yang rindukan cinta
Mendekap lembut dengan irama syahdu
Menari di atas air mata ketenangan
Hadir mu dalam relung hati
Lepaskanku dari jerat keraguan yang menggelisahkan
Menumpas keresahan
Kala ia datang menghadang
ku sadar, cintaku tak seteguh gunung
karena terkadang ia rapuh
tergoda oleh bisikan waktu
yang mungkin layu terkikis amarah
juga tak sejernih air yang mengalir
karena terkadang ia ternoda oleh pengingkaran
Ia datang dari hati yang penuh harap
Menanti kasih dari Mu
Gowa
26 September 2015
Jumat, 18 September 2015
Puisi "Antara Aku dan Sepi"
Antara Aku dan Sepi
oleh Nurfadillah Salam
Dikala sepi datang menyergap
yang terasa hanya pilu di benak
kembali kubuka lembaran masa lalu
yang ku temukan hanya penyesalan
akalku menyadari
bahwa setiap hela nafas
akan ada pertanggungjawabannya
dan setiap detik yang melintas ditubuhku
sudah pasti mengurangi pundi-pundi waktu yang ada
gelisah lalu bertengger di hati
enggan hatiku untuk tenang
pikiranku merontah
menahan derita
perlahan air mata kembali tumpah
menyeruak di atas wajah
kala akal berusaha menembus batasannya
memberontak akan keputusan yang ada
namun yang kutemui hanya kesadaran
bahwa betapa kecilnya diriku ini di hadap-Nya
masih di sisa nafasku
duri dan sutera bertamu
awan terarak gelap dan terang silih berganti
mencium semerbak di gumpalan keresahan
Kamis, 17 September 2015
Puisi Pagi
Puisi Pagi
sang gelap kini tergeser oleh benderang
kesunyian mulai berganti dengan nyanyian pagi
mengisyaratkan perintah tuk menyudahi malam
membuka lembaran baru dalam buku hidup
udara putih penuh dengan semangat
memasuki tenggorokan yang haus akan ketenangan
perlahan membawa kesejukan
merasuki kepingan hati yang pernah retak
gelisah kini bertarung dengan harapan
kupejamkan mata berharap harapanlah yang akan menang
walau keraguan menjelma di dada
ku tak sendiri..
pagi masih hadir menemani
membuka sejuta kesempatan
tuk kembali menjahit asa yang pernah terlelap
hangat mentaripun kan merengkuh
langit juga tetap setia menemani
merayu tuk melukiskan asa
bertintakan rasa berkuaskan jiwa
Gowa
17 september 2015
Senin, 27 April 2015
Zoologi Invertebrata Filum Protozoa Kelas "Suctoria"
BAB 1
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Ciliophora
merupakan protozoa yang memiliki silia sebagai alat geraknya. Protozoa
merupakan binatang yang paling banyak di dunia. Ciliophora, disebut juga
Ciliata, berperan sebagai konsumen bakteri (Prokaryotes). Dimana bakteri
memainkan peranan penting dalam menjaga bumi sebagai tempat yang cocok untuk
tempat tinggal dan protozoa memainkan peranan penting dalam mengendalikannya.
Istilah Protozoa berasal dari bahasa Yunani, yaitu protos berarti pertama dan
zoon berarti hewan. Sesuai dengan klasifikasi, Protozoa termasuk Protista yang
menyerupai hewan. Kelompok ini mulanya “dibentuk” untuk mengelompokan organisme
yang bukan tumbuhan dan bukan hewan. Itulah sebabnya Protozoa disebut organisme
seperti hewan (animal like).
Sebagian
besar Protozoa uniseluler memiliki ukuran tubuh antara (2--1.000) μm, protozoa
termasuk eukariot. Biasanya hidup di dalam air, namun ada juga yang ditemukan
di dalam tanah bahkan di dalam tubuh organisme lain sebagai parasit. Di
perairan laut ataupun air tawar, Protozoa berperan sebagai zooplankton. Ciliata
atau Infusoria merupakan kelompok terbesar di Protozoa, di mana anggotanya
sekitar 8.000 species. Ciri khas filum ini adalah alat geraknya berupa cilia
(rambut getar). Cilia tersebut ada yang terdapat di seluruh tubuh, ada pula
yang hanya di bagian tertentu. Selain sebagai alat gerak, cilia pun berguna
membantu mengumpulkan makanan. Habitat kelompok ini adalah air tawar dan air
laut yang mengandung zat organik tinggi. Makalah ini dibuatuntuk menjelskan
lebih lanjut tentang filum ciliophorakhususnya kelas suctoria
B.
Rumusan masalah
Rumusan masalah dari penulisan makalah ini yaitu sebagai
berikut:
1.
Bagaimana ciri-ciri umum dari kelas
suctoria?
2.
Di mana habitat kelas suctoria?
3.
Bagaimana bentuk tubuh spesies dari
kelas suctoria?
4.
Bagaimana bagian-bagian tubuh dan fungsi
masing-masing bagian tersebut pada kelas suctoria?
5.
Bagaimana cara makan dari kelas
suctoria?
6.
Bagaimana cara kelas suctoria
bereproduksi?
7.
Apa peranan yang merugikan dan
menguntungkan dari kelas suctoria?
8.
Apa pembagian sub class, ordo dan
spesias dari kelas suctoria?
C.
Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:
1.
Untuk menjelaskan bagaimana ciri-ciri
umum dari kelas suctoria?
2.
Untuk menjelaskan di mana habitat kelas
suctoria?
3.
Untuk menjelaskan bagaimana bentuk tubuh
spesies dari kelas suctoria?
4.
Untuk menjelaskan bagaimana
bagian-bagian tubuh dan fungsi masing-masing bagian tersebut pada kelas
suctoria?
5.
Untuk menjelaskan bagaimana cara makan
dari kelas suctoria?
6.
Untuk menjelaskan bagaimana cara kelas
suctoria bereproduksi?
7.
Untuk menjelaskan apa peranan yang
merugikan dan menguntungkan dari kelas suctoria?
8.
Untuk menjelaskan apa pembagian sub
class, ordo dan spesias dari kelas suctoria?
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Ciri-ciri Umum
Kehadiran silia yang menutupi sel dari organisme
merupakan ciri khas utama dari kelompok ini, oleh karena itu dinamai phylum
Ciliophora. Namun, perbedaan sitologi utama adalah kehadiran dua jenis inti,
yaitu mikronukleus dan macronucleus. Radiasi adaptif kelompok ini selama
evolusi telah menghasilkan beberapa spesies sangat bagus dan beragam. Beberapa
adalah sessile (misalnya Suctorians atau Stentor) dan menangkap makanan dengan
tentakel yang menembus sitoplasma dan menarik mangsa, atau dengan kompleks
membranelles mendorong air yang membawa partikel aliran air ke dalam rongga
vakuola makanan bucal yang terbentuk. Meskipun sebagian besar chiliophora
"telanjang", beberapa menghasilkan mineralisasi Lorica (Tintinnids)
atau mensekresi skala organik (misalnya Lepidotrachelophyllum). Penyusunan
silia pada permukaan tubuh dan di wilayah aparatus oral, kehadiran struktur
makanan yang khusus, dan organisasi dari pita subpellicular dari mikrotubulus
adalah kriteria penting yang digunakan dalam menciptakan kategori taksonomi
(Roger, 1988). Anggota subphylum Ciliophora memiliki silia atau derivat ciliary
pada beberapa tahap siklus hidup. Perlengkapan berkisar dari penutup
lengkap dari silia sederhana untuk sebuah membranelles yang relatif sedikit
lebih atau kurang lengkap terbatas pada daerah peristomial. Dalam rentang ini,
tipe spesialisasi ciliary dan pola distribusi menjadi dasar utama untuk
membedakan taksonomi subdivisi. Ciliophore ini biasanya dibagi menjadi dua
kelas, Ciliatea dan Suctorea. Dalam ciliatea, silia atau
komponen derivat mereka terdapat dalam fase siklus dominan. Suctorea tidak
bersilia pada fase dewasa dan telah mengembangkan tentakel khusus yang
berfungsi dalam mencari makan. Tahapan larva bersilia merupakan karakteristik
spesies yang paling menghubungkan kelompok ini dengan Ciliatea dan pola larva
ciliary menyiratkan bahwa Suctorea lebih erat terkait dengan Holotrichida
daripada ke ciliates yang lebih spesifik (Hall, 1961).
Karakterisasi
morfologi Filum Ciliophora yang paling utama, yakni memiliki silia pada
beberapa tahap dalam siklus hidupnya. Silia membungkus seluruh tubuh organisme
hingga batas area peristomial. Silia terdapat di permukaan sel yang memiliki
bentuk menyerupai rambut. Ciliophora memiliki dua jenis nukles, yakni makronukleus
dan mikronukleus. Filum ini dibedakan dua kelas, yaitu Ciliatea dan Suctorea.
Pada Ciliatea, silia ada pada sebagian besar tahap dari siklus hidup, sedangkan
dalam Kelas Suctorea memiliki tahap non-ciliated pada tahap dewasa serta
memiliki tentakel khusus yang berfungsi mencari makan. Ciliophora merupakan
protozoa kosmopolitan yang ditemukan pada bermacam-macam habitat, khususnya di
perairan.
B.
Habitat dan Bentuk tubuh suctoria
Sebagian
suctoria hidup bebas di semua tempat. Misalnya pada permukaan air baik tawar /
asin ataupun di dalam air. Suctoria
Hidupnya bebas yaitu pada tempat yang sejuk misal Podophyra, pada tempat payau
(pertemuan antara sungai dan laut), pada air asin, pada tumbuhan. Hidupnya
parasit pada binatang air yang kecil. Suctoria ditemukan dalam jumlah besar
bila populasi bakteri dan konsentrasi oksigen terlarut dari proses pengobatan
yang tinggi , lingkungan air limbah stabil dan struktur flok dewasa telah
berkembang . Suctoria biasanya menunjukkan lingkungan air limbah yang stabil
dan biomassa yang sehat . Pertumbuhan terpasang berat pada batang biasanya
menunjukkan batang telah sekitar cukup lama dalam sistem , dan hal telah cukup
stabil.
Bentuk
tubuh pada berbeda pada spesies, seperti spherical, conical, seperti tongkat,
silindris, vermiform, atau tidak bercabang. Ciri-ciri jelas dari kelompok yang
memilki tentakel dan tidak adanya cilia pada tahap dewasa. Terjadi pengurangan
tentakel pada Endosphaera, yang meliputi endoparasit pada ciliata tertentu.
Gambar
2.1. tipe tentakel pada kelas suctoria
Tentakel
mungkin terletak pada permukaan atau mereka muncul pada dalam bentuk ikatan
atau bentuk cuping atau lengan yang panjang. Dua variasi dapat diketahui, salah
satu tipe adalah capitate distally berakhir pada perluasan yang rata atau
bulat. tipe lain adalah tipe lilin yang lebih atau kurang dari titik (A,B).
Pada beberapa spesies, tentakel mengandung tabung di dalam (gambar C,E),
perluasan kedalam endoplasma dari jarak yang dekat. Tentakel melekat pada
ciliata yang cocok yang melakukan kontak dengan mereka dan tenaganya cukup
untuk menangkap mangsa yan lebih besar dari captor (gambar H,I). Kelumpuhan
yang cepat dari organisme yang ditangkap telah diketahui. Secara singkat
setelah kontak, protoplasma mangsa mulai mengalir kebawah tentakel ke dasar
tabung, dimana vakuola makanan terbentuk. Pellicle mangsa dipecah oleh hisapan
lisis alami pada saat kontak dengan tentakel tidak tentu. dicerna dengan cepat.
Tokophyra lemnarum, sebagai contoh, pencernaan Euplotes patella sekitar 15
menit. Aliran material ke tentakel selama makan menggunakan hisapan, sumber
yang tersisa memunculkan masalah. Mungkin aktivitas signifikan dari vakuola
kontraktil meningkat sekitar lima fold pada Tokophrya infusionum untuk
organisme yang memulai makan.
Tangkai
suctorian, diperlihatkan pada beberapa spesies, tidak selalu kontraktil tidak
seharusnya homogen pada struktur. Akhir tangkai mungkin diperluas dengan
cangkir kecil yang menjadi dasar dari sisa tubuh, atau pada kasus lain, akhir
distal dari tangkai ke dasar tubuh (gambar G). Pada metamorfosis larva ciliata,
tangkai muncul dari analog organela ke scopula dari Peritrichida (Gambar 3.51
L).
Beberapa
Suctorea yang dilengkapi dengan sekret lorica yang terbuka pada bagian
distally, yang meninggalkan akhir apikal dari tubuh (Gambar 3.56 A) atau mungkin
dinding tebal yang dekat pada tubuh Squalophrya macrostyla (Gambar 3.53, H, I).
C.
Bagian-bagian Tubuh dan Fungsinya
Pada tubuh suctoria mempunyai tangkai atau kaki untuk
melekat pada suatu obyek dan ditutup oleh pelick (pada species yang berbeda).
Pada bentuk muda memiliki silia yang berfungsi sebagai alat gerak dan untuk
mengumpulkan makanan. Anggota subphylum Ciliophora memiliki silia atau
derivat ciliary pada beberapa tahap siklus hidup. Perlengkapan berkisar
dari penutup lengkap dari silia sederhana untuk sebuah membranelles yang
relatif sedikit lebih atau kurang lengkap terbatas pada daerah peristomial.
Suctorea tidak bersilia pada fase dewasa dan telah mengembangkan tentakel
khusus yang berfungsi dalam mencari makan.
kehadiran dua
jenis inti, yaitu mikronukleus dan macronucleus. Radiasi adaptif kelompok ini
selama evolusi telah menghasilkan beberapa spesies sangat bagus dan beragam.
Beberapa adalah sessile (misalnya Suctorians atau Stentor) dan menangkap
makanan dengan tentakel yang menembus sitoplasma dan menarik mangsa, atau
dengan kompleks membranelles mendorong air yang membawa partikel aliran air ke
dalam rongga vakuola makanan bucal yang terbentuk. Meskipun sebagian besar
ciliates "telanjang", beberapa menghasilkan mineralisasi Lorica (Tintinnids)
atau mensekresi skala organik (misalnya Lepidotrachelophyllum).
Bentuk
tentakel Seperti mantel yang berbulu dan
dikelilingi oleh sinyal yang dapat bergerak. Fungsinya untuk menangkap dan membawa makanan yang berupa ciliata-ciliata
kecil. Adapula
tentakel yang berbentuk runcing, fungsinya untuk menusuk mangsanya dan
membawanya ketempat yang baik. Dengan bantuan
orus dan melalui tentakel ini maka mangsa tersebut sampai ke dalam sel-sel
tubuh.
D.
Cara Makan dan Reproduksi Suctoria
Radiasi
adaptif kelompok ini selama evolusi telah menghasilkan beberapa spesies sangat
bagus dan beragam. Beberapa adalah sessile (misalnya Suctorians atau Stentor)
dan menangkap makanan dengan tentakel yang menembus sitoplasma dan menarik
mangsa, atau dengan kompleks membranelles mendorong air yang membawa partikel
aliran air ke dalam rongga vakuola makanan bucal yang terbentuk. Meskipun
sebagian besar ciliates "telanjang", beberapa menghasilkan
mineralisasi Lorica (Tintinnids) atau mensekresi skala organik (misalnya
Lepidotrachelophyllum). Penyusunan silia pada permukaan tubuh dan di wilayah
aparatus oral, kehadiran struktur makanan yang khusus, dan organisasi dari pita
subpellicular dari mikrotubulus adalah kriteria penting yang digunakan dalam
menciptakan kategori taksonomi (Roger, 1988).
Hubungan
antara Suctorea ke ciliata ditunjukkan pada siklus hidup pada sebagian spesies.
Secara tipical reproduksi melibatkan pertunasan secara internal (Gambar 3.51,
N-P) atau eksternal. Walaupun terlihat tidak biasa, kedua pertunasan internal
dan eksternal mungkin terjadi pada spesies tunggal, yang diperlihatkan pada
Anarma multiruga. Tunas berkembang menjadi larva ciliata (Gambar 3.51, A-K),
dalam waktu singkat akan berenang, dan mengalami metamorfosis alami. Setelah
tahap larva, Tokophrya lemnarum menjadi terikat (Gambar 3.51, L-M), sebuah
tangkai keluar dalam beberapa menit, lengan tentakel tumbuh normal sekitar 15
menit setelah mereka melakukan deteksi pertama, dan bentuk dewasa berkembang
secara penuh sekitar satu jam. Kejadian metamorfosis yang cepat dimiliki pada
Tokophrya infusionum.
Gambar
3.51 Tipikal reproduksi kelas Suctorea
Penghilangan
cilia selama metamorfosis tidak termasuk granula basal mereka, yang dilakukan
pada tahap dewasa Podophrya fixa. Pada reproduksi, tunas mendapatkan beberapa granula
basal parental, kemudian berlipat dan memberikan kenaikan pada larva cilia.
Jika pada kasus ini mungkin dipertimbangkan tentang representatif, adanya
kelestarian genetic dari granula basal sepanjang siklus hidup.
Pada
siklus hidup Podophrya fixa, pertengahan tahap intervensi antara larva dan
dewasa, parasit pada Nassula ornata (Gambar 3.65, F). Hasil dari metamorfosis
Sphaerophrya pada tahap mengapung sampai membuat kontak dengan inang ciliata.
endhosphaera juga termasuk tipe yang tidak biasa dengan endoparasitik dewasa,
dilekatkan pada citoplasma dari inang ciliata. Pada reproduksinya, hasil dari
parasit larva ciliata yaitu hasil bebas dari tahap migrasi dan menempel pada inang
baru (Gambar 3.53, A-D).
Tambahan
pada kejadian umum larva ciliata, transformasi dari dewasa ke tahap migrasi
juga mungkin terjadi, pada Podophrya parsitica (Gambar 3.56, D).
Tahap
migrasi ini, secara bertahap ditambah oleh perkembangan tangkai, cilia, dan
perkembangan tentakel diatas permukaan menjadi tahap Paracineta (Gambar 3.56,
G). Tahap ini tidak makan dan nampak pada tahap sementara didahului ekistasis
(Gambar 3.56, H).
Konjugasi,
dapat dibandingkan pada tipe ciliata, yang dijelaskan pada beberapa jenis,
termasuk Acineta, Dendrocometes dan Tokophrya. Perbedaan konjugasi pada
Tokophrya lemnarum, pada dua konjugan terpisah pada ciliata. fusi lengkap dan
produksi dari sinkronisasi tunggal yang ditunjukkan pada Lernaeophrya capitata.
Ekistasis diketahui pada jumlah spesies. Pada Tokophrya lemnarum , ekistasis
melibatkan deposisi dari sekresi transparan pada basal pertama, dan yang
terakhir adalah akhir apical tubuh. Spesimen awal ekistasis yang menyerupai
loricate suctorea. Precistic dengan drawal tentakel yang tidak dapat djelaskan.
Sebagai gantinya, struktur yang tersisa pada permukaan apical dan ditelah oleh
sekresi material ke bentuk membran kista.
E.
Peranan Suctoria dan Pembagiannya
Contoh peranan suctoria yaitu sebagai berikut:
1.
Podophyra, hidup
bebas dalam air yang sejuk
2.
Dendrosoma, bercabang-cabang
sampai 2,5 mm panjangnya
3.
Sphaerophrya, berbentuk
bola, parasit pada Paramaeuom dan Stentor
4.
Trichophrya
Micropteri, hidup pada insang ikan laut
5.
Allantosoma, hidup pada usus besar kuda.
Suctorea,
berkaitan dekat dengan gymnostoma Holotrichida kemudian ke ciliata yang lain,
tampak memiliki dasar defersivikasi pada evolusinya. Sejak tidak ada dasar
logical dalam perbedaan tingkatan, suatu kelompok yang dibagi kedalam nomer
famili. Bahkan pengaturan sederhana menjadi lebih berguna jika beberapa famili
mendefinisikan secara jelas untuk memperhatikan jenis yang memperlihatkan
kombinasi intermediet pada karakteristik. Mungkin dilakukan studi yang intensif
pada siklus hidup, dengan komparasi yang rinci dari migrasi larva, yang mungkin
menghasilkan informasi yang berguna. Sebagai contoh, hal yang menarik pada
larva Podophrya soliformis dan Parapodophrya denticula famili Podophryidae)
yang dapat dijelaskan dengan polar circlet dari cilia yang serupa yang dilihat
dengan sabuk equatorial dari cilia yang sama pada spesies Tokophrya (famili
Acinetidae ); larva Podophrya globulifera, P.fixa dan P. parasitica, dengan
baris cilia yang pararel pada panjang poros.
1.
Famili acinetidae
famili
ini dikarekteristikan oleh tunas endogen dan kepemilikan tentakel , biasanya
disusun pada kelompok. Sebuah lorica sering hadir dan tangkai mungkin hadir
atau tidak.
2.
Famili Dendrosomidae
Famili
Dendrocometidae. bentukan tanpa tangkai pada pertunasan endogen. Kepala
tentakel didistribusikan ke permukaan atau tempat yang sedikit besar dari
tubuh. Badan tanpa tangkai yang memiliki bentuk tidak teratur dan bercabang.
dan permukaan basal yang biasanya berada di substratum. Tentakel yang disusun pada
cluster. Tipe reproduksi melibatkan tunas endogen, yang tunggal maupun berlipat.
3.
Famili Discophryidae
Pertunasan
endogen dan karakteristik kepala tentakel, walaupun beberapa spesies demgan
tetakel yang tepat yang berperan dalam famili. Sebuah lorica yang berkurang dan
sebuah tangkai yang mungkin atau tidak ada.
4.
Famili Ephilotidae
Tangkai
pada suctorea laut dengan kepala atau titik tentakel. Pertunasan adalah tipe
exogen dan mungkin multiplet. Sebuah lorica mungkin atau tidak mungkin ada.
Gambar 3.55 82
Gambar 3.56
5.
Famili Ophryodendridae
Di
laut bentukan tentakel dikonsetrasikan pada satu atau lebih gerakan proboscis
seperti pemanjangan. Pada penambahan yang tidak wajar pada tipe larva, jadi
disebut tunas verniform, yang tidak memilki tentakel atau probocis, yang
mungkin dihasilkan oleh pertunasan exogen.
6.
Famili Podophryiade
Reproduksi
melibatkan pertunasan eksternal atau beberapa kasus “pembelahan” yang memiliki
dua organisme sesaudara hampir sama jumlahnya. Sebuah tangkai dan sebuah lorica
mungkin hadir atau tidak ada.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Suctorea
tidak bersilia pada fase dewasa dan telah mengembangkan tentakel khusus yang
berfungsi dalam mencari makan. Sebagian suctoria hidup bebas di semua tempat.
Misalnya pada permukaan air baik tawar / asin ataupun di dalam air. Bentuk
tubuh pada berbeda pada spesies, seperti spherical, conical, seperti tongkat,
silindris, vermiform, atau tidak bercabang. Pada
tubuh suctoria mempunyai tangkai atau kaki untuk melekat pada suatu obyek dan
ditutup oleh pelick (pada species yang berbeda). Pada bentuk muda memiliki
silia yang berfungsi sebagai alat gerakdan untuk mengumpulkan makanan. Suctoria
menangkap makanan dengan tentakel yang menembus sitoplasma dan menarik
mangsa, atau dengan kompleks membranelles mendorong air yang membawa partikel
aliran air ke dalam rongga vakuola makanan bucal yang terbentuk. Reproduksi
terjadi dengan cara pembelahan dan pertunasan. Suctoria dibagi menjadi beberapa
famili yaitu: Famili acinetidae, Famili Dendrosomidae, Famili Discophryidae,
Famili Ephilotidae, Famili Ophryodendridae, Famili Podophryiade.
B. Saran
Sebaiknya
untuk meningkatkan pemahaman terhadap kelas Suctoria, sebaiknya pembaca membaca
lebih banyak lagi referensi lain, guna memperkaya pengetahuan dan memudahkan
untuk mengingat materi tersebut.
DAFTAR
PUSTAKA
Ehrenberg.
1830. Loxodes, (Online),
(http://protist.i.hosei.ac.jp/pdb/images/Cilio-phora/Loxodes/index.html)
diakses 29 Oktober 2011
Hall. 1961. Protozoology.
Japan: Prentice-Hall, Inc.
Lynn,
D.H. and Small, E.B. 1991. Handbook of Protoctista (Philum Ciliophora).
Boston: Jones and Bartlett Publishers.
Roger,
A.O. 1988. Comparative Protozoology, Ecology, Physiology, and Life History.
New York: Sringer- Verlag New York Inc.
Langganan:
Postingan (Atom)



